Sebulan Mendapat 90 Juta, Bagaimana Bisa?

Sebulan Mendapat 90 Juta, Bagaimana Bisa?
loading...

Ampyang dan sambel pecel adalah makanan khas dari Jawa terbuat dari kacang tanah dan gula jawa. Namun siapa sangka makanan tradisional ini sudah tersebar ke seluruh Indonesia hingga ke luar negeri, seperti Timur Tengah, Mekkah, dan Jepang.  Alif Danan Fatir merupakan owner dari usaha tersebut, owner yang diketahui merupakan  lulusan FKIP dari sebuah Perguruan Tinggi di Surakarta. Usaha yang sedah berdiri sejak 5 tahun lalu ini bermula dari pemikiran owner yang tertatik berwirausaha dan usahanya bisa dijadikan olahan lain bila kurang mengena sasaran. Atas saran dari keluarga juga owner mencetuskan ide untuk membuat ampyang yang dapat juga dijadikan sambel pecel. Usaha yang dijalani ini dibantu oleh 6 saudaranya.

Demi menjaga keamanan dan keabsahan produknya , ia mendaftarkan produknya ke PIRT dan MUI untuk memperoleh label Halal dan Izin legalitas usaha. Untuk menjaga kualitas barangnya ia mempercayakan design kemasannya pada temannya yang berada di TeknoPark untuk mendesign kemasannya. Bahkan design gunungan pada label kemasannya sudah mendapat label paten. Yang unik dari design kemasannya karena terdapat embos tulisan ampyang.

Sejak memulai usahanya tersebut banyak halangan dan rintangan yang dihadapi, mulai dari penolakan dari konsumen, penolakan dari tempat penitipan karena sistem penjualannya konsinyasi atau sistem titip jual. Karena pemikirannya yang kritis ia memanfaatkan ampayng untuk dijadikan sambel pecel. Hal itu dilakukan apabila satu bulan mendekati masa kadaluarsa ampyang belum habis, ia menarik semua ampyang untuk dijadikan sambel pecel, hanya tinggal menambah dengan cabai. Setiap harinya dengan motor bututnya dan box besar, ia berkeliling lebih dari 20 km untuk memasarkan ampyang dan sambel pecel.  Hal tersebut tidak menyurutkan niatnya karena tingginya motivasi dari owner.

Dalam sehari ia dapat mengolah lebih dari satu kuintal kacang tanah untuk dijadikan ampyang dan sambel. Satu bungkus ampyang dijual seharga Rp.8000,- dan sambel pecel Rp. 9.000,- . Dalam sehari ia berhasil mengumpulkan uang lebih dari 3 juta rupiah dari berjualan tersebut. Dalam sebulan dapat dihitung sendiri, Rp. 90.000.000,- dapat ia kumpulkan di dalam rekeningnya. Berkat pantang menyerah dan kegigihannya kini ia dapat membangun rumah mewah dan membeli sebuah kendaraan pribadi. Ia juga sering diundang dalam berbagai acara enterpreneur sebagai pembicara.  Ia  membuka rumahnya untuk siapa saja yang mau berusaha untuk berbisnis dengan menggadakan workshop dan pelatihan ngepel ampyang dan ndeplok sambel. Rencana kedepannya ia akan membuat outlet display, menambah alat produksi.(red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *