Pengusaha tape ketan dan makanan beku Meraup Jutaan Rupiah Dalam Sebulan

Pengusaha tape ketan dan makanan beku Meraup Jutaan Rupiah Dalam Sebulan

Bagus rusdiantoro namanya, seorang pengusaha makanan jadul yang mungkin mulai dilupakan oleh generasi sekarang. Produk pertama yang dibuat adalah tape ketan manis dengan brand REVA, awalnya dulu dimulai dari hobi dan sudah senang dengan tape ketan. kemudian beliau membuat dan dibagikan ke teman-temannya, ternyata banyak yang cocok. Beliau berfikir selama ini yang menjadi brand tape ketan adalah daerah lain. Kemudian pak bagus mencoba kemasan kecil untuk acara-acara arisan dan hajatan. Setiap ada yang pesan pasti dibuatkan, “Jadi awalnya cuma modal pesan buat, Kemudian saya berfikir jika kegiatan ini saya tekuni akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar” ujar pak bagus . Meskipun tape ketan adalah makanan sepele dan sudah banyak yang jual, tetapi jika membuatnya dengan asal packing akan menghilangkan nilai harga jual. Maka dari itu beliau membuat dengan model cup kecil dan menjualnya dengan harga yang sedikit tinggi karena untuk menjaga image dan keunggulan. Pembuatan produk ini tidak menggunakan bahan pengawet dan tidak pemanis buatan. Bahan baku yang digunakan menggunakan bahan pilihan. Beliau bersyukur karena sekarang suda nh banyak yang mengenal.”saya merasa bahagia dan bangga karena tape ketan saya disukai oleh bapak ganjar pranowo, Gubernur Jawa Tengah, bahkan sudah menjadi pelanggan saya,”ujar pak bagus. Bapak ganjar adalah orang asli Tawangmangu. Setiap beliau hendak berkunjung ke Tawangmangu, beliau selalu menghubungi pak Bagus atau istrinya lewat asisten pribadinya untuk memesan tape ketan. Untuk produk kedua pak bagus ada madu mongso dari tape ketan hitam. Untuk area Solo raya mungkin masih asing dengan apa itu madu mongso, Madu mongso dibuat dengan bahan dasar dari tape ini juga, pada jaman dahulu biasanya ada pada saat lebaran yang biasanya dibungkus dengan kertas warna warni. Karena pak Bagus adalah orang asli dari Jawa Timur makanya beliau lumrah mengenalinya dan mencoba untuk menghidupkan kembali. Pak Bagus terinspirasi dari desa sebelah yang sekarang menjadi sentral pembuatan madu mongso. Dan untuk masalah pemasaran beliau sudah bekerja sama dengan beberapa pusat oleh-oleh seperti Brownis cinta group , Brownis cinta Karanganyar. “ di solo ada empat tempat yang bekerja sama dengan saya untuk memasarkan produk saya, yaitu UNS, Klaweyan, Mojosongo, dan Solo-baru. Sekarang kita juga sedang merintis dicabang Sukoharjo” kata pak bagus. Untuk produk ketiga adalah kripik kulit melinjo atau yang sering disebut “moto maling”. “awalnya saya di kasih kulit melinjo dari teman saya, lalu saya iseng-iseng saja menggoreng kulit melinjonya dan membumbuinya. Usaha ini bukan saya yang memproduksi,melainkan ibu saya yang bernama suryani” ujar pak bagus. Dari awal beliau mengkonsep makanan ini untuk oleh-oleh, lalu kita menjualnya dengan harga premium 25 ribu per pack. Disamping itu beliau juga punya produk yang istilahnya cuman packing, jadi satunya itu nangka kupas satunya lagi belut frozen. Dan konsepnya itu makanan beku dengan pemikiran yang sederhana.

2 Comments

  1. Hello. I have checked your solongangeni.com and i see you’ve got some duplicate content so probably it is the reason that you don’t
    rank hi in google. But you can fix this issue fast.
    There is a tool that generates articles like human, just search in google:
    miftolo’s tools

  2. Disamping itu beliau juga punya produk yang istilahnya cuman packing, jadi satunya itu nangka kupas satunya lagi belut frozen. Dan konsepnya itu makanan beku dengan pemikiran yang sederhana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *