loading...

Solo – Sanggar Sarwi Retno Budaya dimulai pada tahun 1975 yang didirikan oleh Ibu Sarwiyati Hartono yang awalnya mengajar dirinya sendiri dan anak-anak di rumah. Materi yang diajarkan pada saat itu termasuk tari Golek Sri Rejeki, Gambir Anom, Minak Jinggo Dayun dan Kelono Gandrung. Saat itu, untuk membayar proses pelatihan setiap siswa yang datang dikenakan biaya Rp. 100, –

Pelatihan dilaksanakan pada hari Senin dan Kamis. Perkembangan selanjutnya adalah pada tahun 1977 mulai merambah mengajar di Danukusuman dengan mengumpulkan anak-anak di daerah sekitarnya. Bahan tarian batik, Merak, Pembidang Kidang. Pada 1980-1987 ia mengajar tari di SMP Negeri 5 Surakarta. Dari 1997 hingga sekarang ia mengajar tari di SD Kratonan dan Semanggi Lor.

Munculnya nama Sarwi Retno Budaya adalah atas saran dan bimbingan Bapak S. Maridi, yang pada waktu itu memerintahkan siapa pun yang akan memasuki Studio Maridi di Budaya Surakarta harus belajar dari Studio Tari Sarwi Retno Budaya. Dalam menerima siswa, Sarwi Retno Budaya tidak mementingkan jumlah siswa tetapi lebih pada kualitas.

Sarwi Retno Budaya telah terdaftar di Kantor P&K (pada waktu itu) sejak tahun 1985. Banyak siswa Studio Tari Sarwi Retno Budaya telah berhasil menjadi penari yang membuat nama bangsa banyak digunakan dengan digunakan sebagai duta seni di berbagai negara. Banyak pertunjukan yang telah dilakukan di Sarwi Dance Studio Retno Budaya baik dalam bentuk kompetisi atau Penghargaan. Dalam berbagai kompetisi tari yang sering diadakan, Sarwi Retno Budaya Dance Studio mendapatkan skor terbaik di festival boneka di Gedung Wayang Orang Sriwedari pada tahun 2005 sebagai pemenang pertama, pada tahun 2008 Festival Kethoprak Siswa di TBS memenangkan tempat kedua.

Sanggar Tari Sarwi Retno Budaya berlokasi di Jalan Bima No. 8 Serengan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *