Leyeh-leyeh Sembari Makan Diatas Aliran Sungai

Leyeh-leyeh Sembari Makan Diatas Aliran Sungai
loading...

 

Ditegah pembangunan kota yang begitu gencar, di sudut kota Boyolali ternyata menawarkan wisata kuliner yang seru yakni tempat makan yang bikin rileks karena menyatu dengan alam.

Dolaners memang beberapa tempat makan sengaja menghadirkan konsep alami, tujuannya agar memanjakan pengunjung hingga krasan dan nyaman. Udara segar dan pemandangan alam yang indah menjadikan pikiran rileks dan tenang. Apalagi ditambah pilihan makanan yang enak dan ramah di kantung.

Tak hanya itu, di sini juga bisa menikmati jernihnya kolam langsung dari sumbernya. Tak hanya itu beberapa sudutnya bisa jadi spot foto menarik. Menu makanannya khas jawa yang menawarkan beragam lauk ikan lengkap dengan sambal dan lalapan segar

Nah sensasi makan yang berbeda dan menyatu dengan alam tersebut dapat kita jumpai di Pawon Glagahan di Boyolali. Penasaran kan? Yuk, baca lebih lanjut.

Sedikit jauh dari pusat kota ke arah Solo, Perlu sedikit blusukan untuk mencapainya. Lokasi memang berkelok namun resto yang satu ini dijamin bikin ogah pulang. Hamparan sawah padi jadi pemandangan, sungai nan jernih bak sungai air langsung dari sumbernya yang bisa dinikmati sambil makan di atas aliran air. Suara serangga sawah juga siap menemani saat menyantap hidangan.

Siang ini, Saya ditemani rekan reporter Fajar Ying Yang juga Ayko Penelope sengaja mampir di kota Susu, Lokasi tepatnya di Desa Glagahan, Dusun I, Jipangan, Banyudono. Kabupaten Boyolali.. Benar saja begitu sampai, suasana asri langsung terasa dihati. Yang saya rasakan nuansa Bali yang cukup kental. Saya dijumpai hiasan payung hingga kain bermotif hitam putih catur yang identic dengan Bali.

Furniture di resto oleh pemilik mendesainnya sehingga tampak artistik. Apalagi bisa makan lesehan juga diatas aliran sunga sambil memandang hamparan sawah. Sajian tradisional di tempat ini diolah dengan bahan berkualitas yang menghasilkan rasa autentik. Menunya ada gadon daging, ikan, lele, belut hingga hingga ikan bakar.

Saya bersama Fajar dan Ayko pun segera memesan menu makanan dan minuman.

Sembari menunggu menu makanan, kami bertiga asik bermain air sungai yang begitu jernih, tak jarang kita temui beberapa jenis ikan.Tidak butuh waktyu begitu lama, makanan dan minumanpun sudah siap. Kami pun segera melahapnya.

Sementara itu, setelah kenyang kami berkesempatan ngobrol langsung bersama pemilik Resto Pawon Glagahan,

“Pawon Glagahan”. Nama Pawon Glagahan diambil dari kata “Pawon” yang berarti dapur, dan Glagahan yang diambil dari nama Desa Glagahan, Boyolali.

Restoran ini berada tepat di sungai. Sang pemilik Pawon Glagahan, Nyut Sri Lestari,

tema yang diusungnya ini spontan karena terdapat sungai yang berada di samping rumah makan miliknya.

Madang Ning Kali (makan di sungai) menjadi andalan dari nilai jual dari Pawon Glagahan, memang menjadi satu-satunya rumah makan yang mengusung nuansa makan di atas aliran sungai. Pengunjung tak perlu khawatir, air sungai dijamin bersih karena sudah melalui proses penyaringan.

Nah pengunjung tak perlu khawatir, selain murah menu yang disajikan juga cukup menggiurkan, seperti ayam goreng, nasi goreng, hingga bebek goreng. Harga yang ditawarkan juga cukup terjangkau. Pawon Glagahan buka setiap hari dari pagi pukul 09.00-17.00 WIBhingga malam. Asyik juga untuk rekomendasi tempat santai bareng keluarga saat liburan.#Gilang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *