EKRAF Kabupaten Karanganyar mengadakan kegiatan Halal Bihalal di Rumah Produksi Edi Blangkon Pemilik Usaha Gethuk Take Tawangmangu

EKRAF Kabupaten Karanganyar mengadakan kegiatan Halal Bihalal di Rumah Produksi Edi Blangkon Pemilik Usaha Gethuk Take Tawangmangu
loading...

Tawangmangu- Ekonomi kreatif menjadi salah satu andalan kabupaten karanganyar dalam mengembangkan potensi sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia yang potensial (SDM). Para pelaku ekonomi kreatif di kabupaten karanganyar, tergabung dalam organisasi yang bernama EKRAF. Berbagai inovasi produk kreatif dihasilkan oleh para pelaku usaha ekonomi kreatif di Kabupaten Karanganyar seperti Gethuk Take, Moto Macan, Molen, kerajinan kayu, seni lukis, foto, dan lain sebagainya.

Dalam rangka mempererat tali silaturohmi diantara para pelaku ekonomi kreatif di kabupaten karanganyar, EKRAF mengadakan kegiatan Halal Bihalal Para Pelaku Ekonomi Kreatif Kabupaten Karanganyar yang diadakan pada hari sabtu, 22 Juni 2019 bertempat di rumah bapak Edi Balongkon yang merupakan pemilik usaha ekonomi kreatif Gethuk Take khas Tawangmangu.

Kegiatan Halal Bihalal ini dihadiri oleh perwakilan Bupati Karanganyar, Kepala Seksi Pembinaan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karanganyar, dan bapak camat kecamatan Tawangmangu. Bapak Wardoyo selaku Ketua EKRAF dalam sambutannya berpesan kepada semua pelaku ekonomi kreatif di kabupaten karanganyar, untuk dapat memaksimalkan organisasi EKRAF ini dalam mengembangkan produk kreatif yang mereka hasilkan. Selain itu, beliau menghimbau agar sesama anggota EKRAF dapat saling membantu untuk mencapai kesuksesan secara berjamaah. Bapak Wardoyo juga menyampaikan bahwa sampai saat ini, EKRAF belum mendapatkan bantuan finansial dari pemerintah Kabupaten Karanganyar. Beliau berharap kedepannya dapat dianggarkan oleh pemerintah Kabupaten Karanganyar, untuk dapat mendukung mengembangkan usaha anggota pelaku ekonomi kreatif yang tergabung dalam EKRAF.

Namun hal itu langsung ditanggapi oleh Kepala Seksi Pembinaan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karanganyar, bahwa sampai saat ini Undang-Undang yang mengatur Ekonomi Kreatif belum ada. Pada tahap ini, pemerintah Indonesia baru sampai pada tahap penyusunan Rencana Undang-Undang Ekonomi Kreatif sehingga program EKRAF belum bisa dimasukkan kedalam APBD Pemerintah. Beliau juga berharap, RUU tersebut segera di sahkan, sehingga para pelaku ekonomi kreatif dapat dianggarkan untuk mengembangkan usaha kreatif khususnya bagi EKRAF di Kabupaten Karanganyar. Harapannya, para pelaku ekonomi kreatif ini tidak hanya memasarkan produk mereka di tingkat nasional, namun juga bisa ekspor dan menjadi komoditi unggulan bagi Indonesia.

Memasuki acara inti, ikrar halal bihalal disampaikan oleh bapak Bambang Eka Purnama dari universitas BSI Surakarta. Beliau mengajak seluruh anggota EKRAF untuk saling memaafkan dan menjaga persatuan organisasi EKRAF dalam menggapai kesuksesan bersama. Acara halal bihalal ini diakhiri dengan makan bersama dan ramah tamah yang diisi dengan hiburan musik. #gangsar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *